arrowHome arrowTentang Kami  arrowKontak kami  arrowGuestbook arrowSearch Friday, 03 September 2010  
Menu Utama
HOME
REDAKTUR
• Editorial
• Flashnews / Dari kami
BERITA
• Terbaru
• Politik
• Lain Lain
ARTIKEL
• Siyasah
• Ekonomi
• Pemikiran
• Nafsiyyah
• Aqidah
• Tsaqofah
Seluruh Katagori
Search
Links
News Feeds
TENTANG KAMI
KALENDER ACARA
KEGIATAN
Hubungi Kami
Login Form





Forgotten your password?
No account yet? Create one
Sedang Online
We have 19 guests online
Anggota / Member
2724 registered
8 today
63 this week
110 this month
Last: Offefetty
Statistics
Members: 2724
News: 780
WebLinks: 2
Polls
Portal Baru www.khilafah1924.org
  
Syndicate
Pembakaran Al Qur’an : Rencana Keji Kaum Salibis
Siyasah
Friday, 03 September 2010

Pembakaran Al Qur’an : Rencana Keji Kaum Salibis

[Al Islam 522] UNTUK ke sekian kalinya umat Islam diuji iman dan kesabarannya. Betapa tidak. Di bulan Ramadhan yang berkah ini umat dihadapkan pada propaganda busuk sekelompok kaum Kristiani (Salibis) di AS. Terry Jones, pendeta (pastor) senior Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, Amerika Serikat, menyerukan ke seluruh gereja dunia dan warga Amerika untuk terlibat memperingati Tragedi 11 September 2001 (Penghancuran Gedung Kembar WTC) dengan menjadikannya sebagai "International Burn a Koran Day" (Hari Membakar Alquran Internasional). Hari tersebut kemungkinan bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1431 H.

Sebelumnya (akhir Juli lalu), propaganda keji dan permusuhan terhadap Islam mereka cetak dalam bentuk kaos bertuliskan "Islam is Of The Devil" (Islam adalah Setan). Kampanye juga dilakukan melalui jejaring sosial (Facebook) dan Youtube. Mereka menuliskan pesan kebencian dan tantangan terhadap umat Islam di laman Facebook-nya: "On September 11th, 2010, from 6pm - 9pm, we will burn the Koran on the property of Dove World Outreach Center in Gainesville, FL in remembrance of the fallen victims of 9/11 and to stand against the evil of Islam. Islam is of the devil (Pada 11 September 2010, mulai 6:00-9:00 kita akan membakar al-Quran milik Dove World Outreach Center di Gainesville, FL untuk mengenang korban yang jatuh 9/11 dan bersiap melawan kejahatan Islam. Islam adalah dari setan)!"

Read more...
 
PENUKARAN UANG RECEH TAK SENILAI ADALAH RIBA
Konsultasi (Faq)
Thursday, 02 September 2010

PENUKARAN UANG RECEH TAK SENILAI ADALAH RIBA

Tanya :

Menjelang Idul Fitri biasanya banyak orang menukar uang besar dengan uang receh di pinggir jalan, tapi dengan nilai yang tidak sama. Misal : satu lembar uang seratus ribuan (Rp100.000) ditukar dengan uang receh ribuan (Rp1000) milik penjual receh sebanyak 95 lembar (Rp95.000), bukan 100 lembar. Atau satu lembar uang seratus ribuan (Rp100.000) dan selembar uang lima ribuan (Rp5000) (total Rp105.000) ditukar dengan uang receh ribuan (Rp1000) milik penjual receh sebanyak 100 lembar (Rp100.000). Apakah penukaran uang ini termasuk riba? (Haidar, Semarang).

Jawab :

Benar, penukaran uang sejenis (seperti rupiah dengan rupiah) dengan nilai tak sama seperti fakta di atas termasuk riba yang haram hukumnya. Hal itu dikarenakan penukaran uang seperti itu tidak memenuhi syarat kesamaan nilai.

Perlu diketahui penukaran uang sejenis wajib memenuhi dua syarat. Jika terpenuhi dua syaratnya, hukumnya mubah. Namun jika tak terpenuhi salah satu atau keduanya, hukumnya haram karena kelebihan/tambahan yang ada adalah riba.

Read more...
 
Agenda Sinting Peringatan 11 September dan Hipokritnya Barat
Siyasah
Wednesday, 01 September 2010

Agenda Sinting Peringatan 11 September dan Hipokritnya Barat (Buah Simalakama Demokrasi)

Oleh : Harits Abu Ulya (Ketua Lajnah Siyasiyah DPP-HTI)

Babak demi babak dunia terbuka matanya, terhadap kebesaran Islam dan kaum muslimin. Berhadapan dengan sikap hipokritnya barat dengan demokrasinya yang makin terjun kedasar jurang irrasionalitas dalam berfikir dan bersikap. Isu yang paling panas menggelinding tanpa terbendung saat ini; polah tingkah rencana sekelompok kaum salibis (nasrani) yang di motori oleh pendeta Terry Jones, 58 tahun, pemimpin Gereja Dove World Outreacch Center di Gainesville, Florida, AS. Dengan lantang dia menyerukan kesuluruh gereja didunia; "Pada 11 September 2010, pukul 06.00-09.00,kita akan membakar al Qur’an untuk mengenang korban 11 September dan untuk berdiri melawan kejahatan Islam. Islam itu dari setan!".(http://loganswarning.com/2010/07/13/us-church-starts-international-burn-a-koran-day/) Sebuah gagasan yang terinspirasi dari laman Facebook dengan titel "Everybody Drow Muhammad Day", bahkan dikabarkan pendeta Terry sudah membuat video untuk dijadikan guide pembakaran Al Qur’an.

Dunia Islam tidak hanya kali ini dihadapkan kepada upaya atau tindakan pelecehan dan pelanggaran hak-hak mereka sebagai muslim. 1,3 miliar muslim lebih dimuka bumi ini, kerap menyaksikan sikap durjana yang menjadi nilai inheren dari imperialisme yang diemban oleh AS dan sekutunya. Darah mereka tumpah di Iraq, di Afghanistan, di Palestina, di Yaman dan lainya, infrastruktur mereka hancur porak poranda dan menyisakan puing-puing dan derita. Sekedar mengingatkan; pelecehan, penghinaan, dan pelanggaran serius terhadap hak-hak asasi manusia sebagai muslim tidak hanya dalam bentuk pelecehan al Qur’an yang dilakukan serdadu AS di penjara Guantanamo-Kuba atau kartun Nabi dari Denmark, atau seperti yang akan dilakukan oleh pendeta Terry (11 September 2010).

Read more...
 
Harits Abu Ulya: Rencana Pembubaran Ormas Islam, Sikap Hipokrit Pemerintah
Terbaru
Wednesday, 01 September 2010

Harits Abu Ulya: Rencana Pembubaran Ormas Islam, Sikap Hipokrit Pemerintah

Pemerintah kembali mengangkat wacana pembubaran ormas, salah satunya adalah ormas Islam yang selalu vokal dan aktif memberantas kemaksiatan, FPI, dengan alasan sering melakukan tindak kekerasan. Padahal parpol peserta pemilu maupun pemilukada jauh lebih banyak yang melakukan tindak kekerasan apalagi ketika calon yang diusungnya kalah. Kalau begitu, lantas apa motif di balik rencana pembubaran ini? Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan mediaumat.com dengan Ketua Lajnah Siyasiyah DPP HTI Harits Abu Ulya berikut ini.

Bagaimana tanggapan anda dengan rencana pemerintah membubarkan FPI, FBR dan BMB?

Tidak mudah, karena Indonesia menganut demokrasi dengan begitu kebebasan berpendapat, berserikat dan berkelompok di jamin Undang-Undang. Kalau toh memaksakan diri untuk melakukan itu, maka perlu ada perubahan di Undang-undang keormasan yang ada yaitu UU No.8 Tahun 1985 tentang Ormas.

Pemerintah melalui Kemendagri telah menyiapkan draft revisi atau penyesuaiannya. Dan tentu akan banyak mendapat tantangan dari masyarakat. Kalau sampai pemerintah membubarkan ormas seperti FPI, FBR dan lainya maka akan menjadi presden buruk dalam kehidupan sosial politik.

Kalau ada oknum ormas tertentu melakukan tindak kekerasan, itu tidak bisa di generalisir bahwa ormas secara institusional melakukan tindakan tersebut atau itu menjadi garis perjuangan ormas tersebut.Tentu tidak demikian. Di Indonesia di era reformasi ada sekitar 9000 ormas yang terdaftar di Kementerian Dalam Negeri, dan yang tidak mendaftar jumlahnya masih banyak.

Dari jumlah tersebut yang kerap melakukan tindakan kekerasan tidak hanya "oknum" dari ormas yang berbendera keagamaan, tapi opini yang dibangun media selama ini selalu mengesankan yang berbuat kekerasan selalu ormas-ormas keagamaan tertentu. Kalau pemerintah represif, tentu bagi ormas yang dibubarkan cukup dengan merubah dengan nama baru maka dia bisa eksis lagi.

Read more...
 
KEKUATAN ASING MAKIN CENGKERAM RI
Terbaru
Monday, 30 August 2010

KEKUATAN ASING MAKIN CENGKERAM RI

INILAH.COM, Jakarta - Indonesia era SBY-Boed terus didominasi kekuatan asing yang memberlakukan Neoliberalisme ugal-ugalan. Lewat komprador atau antek asing di dalam negeri ini, kekuatan asing itu makin mencengkeram.

Kalangan aktivis, tokoh masyarakat dan DPR mengungkapkan, tiga lembaga yang berbasis di Amerika Serikat (AS) tercatat paling banyak menjadi konsultan pemerintah dalam merancang 72 undang-undang (UU) yang disinyalir Badan Intelijen Nasional (BIN) disusupi kepentingan asing.

Ketiga lembaga tersebut adalah World Bank (Bank Dunia), International Monetary Fund (IMF), dan United States Agency for International Development (USAID). Ketiga lembaga ini merupakan ‘Bos Besar’ para teknokrat Mafia Berkeley, yang berkuasa di Indonesia puluhan tahun lamanya.

Bangsa ini terbukti tak pernah bebas menentukan keputusan soal nasib dirinya sendiri. Setelah Bank Dunia, Asian Development Bank dan Japan Bank For International Cooperation, giliran Inggris mengintervensi penyusunan Rancangan Undang undang Penanaman Modal (RUU PM).

Dani Setiawan dari Koalisi Anti Utang (KAU) dan AEPI mendesak pemerintah segera menyelesaikan RUU PM. Peraturan yang banyak mendapat protes dan penolakan masyarakat tersebut, diharapkan menjadi jalan keluar segala ‘ganjalan’ investasi di tingkat pusat dan daerah.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 14 of 697
Flash News
Assalamu'alaikum wr wb
Untuk memberi komentar, tanggapan, atau ingin berkonsultasi, silakan kirim e-mail ke : . Atau ke nomor hp : 081-3287-44133.
 
Kalander Acara
September 2010
M T W T F S S
30311 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 1 2 3
This month
Terbaru
Popular
top of page
Advertisement

(C) 2010 The house of Khilafah1924.org
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.